Tips Menulis Untuk Pemula

Menulis Untuk Pemula – Selamat pagi Anak-anak Alam! Selamat menikmati hari. Rasanya cukup lama sejak Om mengirim undangan lagi untuk kalian. Kalau boleh jujur, ada sekelumit rasa rindu untuk menulis undangan lagi. Ternyata menjadi manusia adalah hal yang cukup rumit, harus ini lah, harus itu lah (Bukan berarti Om bukan Manusia, ya).

Salah satu yang menyibukkan seorang manusia (termasuk yang menyibukkan Om belakangan ini juga), jika manusia itu masih bernyawa, adalah Menulis. Ada sebuah kutipan dari buku yang sedang Om baca baru-baru ini, kalau tidak salah kutipannya berbunyi seperti ini;

“Boleh bisa apa saja, termasuk menulis. Boleh tidak bisa apa saja, kecuali menulis. (Seno Gumira Ajidarma)”

Jadi seperti itulah kira-kira gambaran betapa pentingnya menulis ini. Apa pernyataan di atas ada cacatnya? Om rasa tidak. Karena pada kenyataannya, kemampuan menulis adalah sebuah kemampuan mendasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Kenyataannya, semua mahluk hidup yang memiliki dan mengerti simbol-simbol kebahasaan pastilah memiliki kemampuan menulis juga, karena menulis pada dasarnya termasuk simbol kebahasaan juga. Dia menjadi salah satu keterampilan bagi orang yang memiliki dan menggunakan bahasa tersetruktur. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, seberapa bagus tulisan itu?

Banyak orang beranggapan bahwa menulis itu adalah hal yang sulit, rumit, sukar, susah, lelah, dan lain-lain. Padahal seperti yang Om sebutkan tadi, menulis itu adalah salah satu kemampuan dasar yang “harusnya” dimiliki oleh manusia. Maka jika kalian, atau kita, nantinya menganggap menulis itu sebagai sesuatu yang sulit, rumit, sukar, susah, lelah, dan lain-lain. Bukankah itu berarti kita telah tidak seutuhnya menjadi manusia? Ada bagian yang rumpang pada sisi kemanusiaan kita. Akan tetapi tetap saja masih banyak orang yang masih takut atau ragu-ragu untuk mulai menulis. Untuk itu, kali ini Om akan mengirimkan undangan pada kalian, yang berisi beberapa tips menulis untuk kalian yang berencana untuk menghadapi rasa takut kalian itu.

Perbanyak Aktifitas Membaca

Ini sudah menjadi rahasia umum, kalau cara menulis seseorang akan tergantung pada apa bacaannya. Dan sangat tidak mungkin, seseorang yang tidak pernah mau, atau sangat sedikit menyukai aktifitas membaca akan mampu menghasilkan sebuah karya tulis yang baik. Kenapa? Karena ketika kita membaca, sebenarnya secara tidak langsung kita sendang mempelajari sebuah aktifitas bahasa tulis. Analoginya seperti ini, seorang bayi awalnya tidak mengerti bahasa manapun, tapi seiring pertumbuhannya dia akan menguasai bahasa yang dipakai di tempatnya tumbuh. Bayi Jepang akan mahir berbahasa jepang, bayi Inggris akan mahir berbahasa Inggris, dan tentu saja, bayi Indonesia akan mahir berbahasa Indonesia.

Seperti itu juga kemampuan menulis. Seseorang yang ingin menulis ibaratnya seorang bayi yang akan mengalami pertumbuhan, dia akan mampu menulis jika berada ditengah dunia tulisan, dalam artian ini, dunia yang dipenuhi dengan buku bacaan. Karena pada buku-buku bacaan itulah dunia tulisan ada. Dan tentu saja, bayi yang tumbuh pada tulisan tidak serius akan ikut menulis hal-hal tidak serius, bayi yang tumbuh pada tulisan serius, akan menghasilkan tulisan yang serius juga. Maka setelah ini pertanyaannya adalah, Kalian ingin menulis seperti apa?

Mulai Dari Hal-hal Kecil

Banyak orang yang merasa tidak bisa menulis dengan alasan tidak dapat menuangkan apa yang dipikirkannya. Sebenarnya untuk itu alasannya ada dua, dan cukup sederhana, pertama karena yang kita pikirkan (dan ingin ditulis) itu belum pernah kita alami, atau yang kedua apa yang kita pikirkan (dan ingin ditulis) itu berusaha untuk digambarkan sepersis mungkin. Yang perlu dipahami adalah bahasa lisan itu berbeda dengan bahasa tulisa. Karena itu, saat kita ingin menggambarkan sesuatu persis seperti yang kita alami, bagi penulis pemula biasanya yang ditulis biasanya masih berupa bahasa lisan, bukan bahasa tulisan.

Selain itu apa yang kita tulis biasanya juga menjadi kendala. Ada banyak orang yang walaupun masih awam dalam menggunakan kemampuan menulisnya, tapi sudah sangat ingin menulis sesuatu yang serius dan bagus (walaupun ujung-ujungnya tidak jadi karena bingung mau nulis apa. Mari tertawa karena Om juga sering seperti ini). Jika ingin memulai aktifitas menulis dan belum punya pengalaman untuk membahas sebuah masalah menggunakan bahasa tulisan, kita dapat memulainya dengan menulis hal-hal kecil yang kita alami sehari-hari dengan bahasa yang sudah kita kuasai. Tidak perlu memaksakan diri untuk menulis sesuatu yang serius dan bagus. Kalian dapat mulai dengan menulis setaus Facebook, buku harian, menulis curhatan diblog sesuai isi hati, dan lain-lain.

Ini tentu saja hanya untuk memulai membiasakan diri kalian dengan aktifitas menulis. Kedepannya, asahlah kemampuan menulis kalian dengan ditunjang buku bacaan dan tekad yang kuat untuk belajar. Maka setelah ini pertanyaannya, Apa kalian serius ingin menulis?

Konsisten Berlatih

Tentu saja, niat menulis saja tidak cukup untuk menjadikan kalian memiliki kemampuan menulis. Jika kalian sudah bisa menjalankan dua tips menulis yang Om berikan sebelumnya, maka barengi tips sebelumnya itu dengan terus berlatih dan berlatih secara konsisten.

Seseorang pasti memiliki tujuannya dalam menulis. Namun agar tujuan itu bermakna (dan bukan hanya tulisan main-main saja) seorang yang ingin bisa menulis membutuhkan latihan konsisten dan sistematis untuk menghasilkan tulisan yang berfungsi komunikatif, interaktif, bahkan artistik. Maka pertanyaan untuk hal ini adalah, Menurut kalian, Seberapa hebat kemampuan menulis kalian?

Menulis Adalah Keriangan

Bagaimana sebuah pekerjaan bisa menjadi bagus jika dikerjakan dan dianggap sebagai beban? Kenyataannya, banyak orang yang merasa kegiatan menulis adalah beban yang sangat berat untuk dipikul.

Tapi untuk kalian yang ingin belajar menulis, mulailah menganggap kegiatan menulis adalah sebuah keriangan. Menulis itu ibarat sebuah pembebasan. Karena pada dasarnya kita menulis sebuah permasalahan yang kita pikirkan. Karena itu, secara tidak lagsung (atau langsung, bahkan) ketika kita menulis kita menuangkan dan melimpahkan semua permasalahan yang ada dalam pikiran kita itu ke dalam sebuah tulisan. Apa kalian tidak pernah merasa lega setelah menulis sesuatu? Untuk itu, pertanyaannya adalah, Apa menulis tidak membuat kalian bahagia?

Dan itulah dia beberapa tips menulis untuk kalian Anak-anak Alam yang ingin memulai mengasah kegiatan menulis kalian. Dan satu lagi, karena bayi pun belajar berbicara dalam waktu yang cukup lama, maka kalian yang layaknya bayi-bayi penulis ini belajarlah bersabar dan terus tumbuh dalam lingkungan yang menunjang kalian menjadi seorang penulis (bukan pendengar, penonton, atau pembicara. Jika kalian mengerti apa yang Om maksud).

Jika kalian tekun melatih kemampuan menulis, ini dapat menjadi profesi yang dapat kalian geluti secara professional. Tapi jika menulis kalian jadikan sebagai sarana mengekspresikan diri sekaligus penopang kalian dalam menggeluti profesi atau pekerjaan apapun, maka seharusnya “menulis” kalian tempatkan sebagai kegiatan yang menyenangkan bukan? Maka mulailah menulis. Selamat menikmati hari. Semoga undangan ini bermanfaat.

Artikel Berkaitan

8 thoughts on “Tips Menulis Untuk Pemula

  1. Asalamualaikum om saya nenk…saya ingin belajar menulis setelah sekian lama menguburkan cita2 jd seorang penulis…terimakasih ini sangat bermanfaat…kadang nenk masih ragu bisakah nenk jd seorang penulis?? Itu Membury nenk di lema..

    View Comment
  2. Om, maaf aku minta penjelasan buat berlatih menulis biar bisa menghasilkan tulisan yang berfungsi komunikatif, interaktif, bahkan artistik? Maksudku caranya mungkin?

    Aku udah sering nulis, banyak banget malah.. tapi kadang suka ngerasa kalau tulisan aku banyak banget kekurangan.

    Btw makasih om artikel nya membantu banget

    View Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

Loading Facebook Comments ...