Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik

Artikel yang Baik – Selamat pagi Anak-anak Alam! Selamat menikmati hari. Apa kalian suka menulis? Sebelumnya Om pernah mengirim undangan tentang salah satu jenis tulisan, yaitu artikel. Dan tentu saja, kita juga berbicara tentang tulisan yang akan dipublikasikan. Maksud Om, untuk apa kalian repot-repot membaca undangan ini jika kalian tidak berniat menulis untuk kepentingan orang banyak?

Salah satu kendala dalam penulisan artikel adalah cara penulisannya yang salah karena kesalahan penafsiran. Banyak orang yang mengaku menulis sebuah artikel, padahal yang mereka tulis adalah berita, essai, laporan penelitian, dan lain-lain. Nah, untuk itu undangan Om kali ini berisi tentang tips dan cara menulis artikel yang baik. Setelah ini, Om harap kalian dapat memulai menulis artikel kalian sendiri. Untuk dipublikasikan tentunya.

Pembukaan yang Jelas

Jika kalian gagal menarik perhatian pembaca pada kalimat pertama maka kalian akan kehilangan pembaca. Ada banyak contoh bagaimana kalimat pertama gagal menarik perhatian pembaca. Kenapa? Karena kalimat yang dijadikan pembuka tersebut memaksa pembaca untuk bersusah-payah sebelum mengetahui apa yang akan dikemukakan penulis. Contohnya adalah: “Sebagai implementasi dari…”, “Beberapa waktu yang lalu…”, atau “Dalam rangka kunjungan”. Pembuka seperti ini berarti penulis akan bercerita (panjang lebar) tentang sesuatu. Buatlah artikel seringan mungkin. Seperti yang Om katakana dalam undangan sebelumnya tentang pengertian artikel, artikel itu menggunakan ragam bahasa yang komunikatif (Ragam Bahasa Populer) dan juga singkat, padat, dan tuntas dalam membahas sesuatu. Jadi, bukalah artikel kalian dengan pembuka yang komunikatif dan jelas.

Atur Tulisan Berdasarkan Alur Tertentu

Sebuah alur akan mempermudah pembaca dalam membaca pikiran (ide) yang ingin kalian sampaikan dalam tulisan kalian. Agar pembuatan alur tulisan ini menjadi mudah, kalian dapat membuat outline tulisan kalian. Juga jangan lupa untuk untuk memperhatikan setiap kata-kata yang kalian gunakan dalam menulis. Pilihkan setiak kata dengan cermat. Karena tidak jarang, satu kata itu seperti nila setitik didalam sebelangan susu. Sebuah kata dapat mengubah isi keseluruhan tulisan kalian.

Gunakan Lebih Banyak Kata Kerja

Kebanyakan penulis artikel lebih suka menggunakan kata sifat atau kata keterangan dalam tulisannya. Contohnya seperti ini: “Anak Kecil itu senang sekali menerima hadiah!” ini adalah kata sifat, kemudian “Anak kecil itu berjingkrak-jingkrak menerima hadiah itu.” ini adalah kata kerja. Mana yang lebih enak untuk dibaca? Tentu saja kalimat yang menggunakan kata kerja. Kata sifat itu hanya memberitahu, sedangkan kata kerja itu menggambarkan tindakan.

Hindari Kata Kerja Pasif

Misalnya kalian sudah pandai menggunakan kata kerja didalam artikel kalian. Sekarang yang pelu kalian perhatikan adalah jangan menggunakan kata kerja pasif. Jika ada kata kerja pasif dalam tulisan kalian, ubahlah menjadi kata kerja aktif. Misanyla “Kemarin para Mentri sudah dilantik Presiden.” Ini adalah kata kerja pasif, ubahlah menjadi “Kemarin Presiden melantik para Mentri.”. kata kerja aktif dapat memberikan nyawa dan tenaga bagi kalimat-kalimat yang kalian susun. Sehingga pembaca akan dapat merasakan adanya suatu gerakan dari apa yang dibacanya.

Hindari Kalimat yang Terlalu Panjang

Sekali lagi, artikel itu sederhana, jadi gunakanlah kalimat-kalimat yang sederhana. Kalimat yang panjang akan cenderung susah untuk dipahami oleh pembaca dibandingkan dengan kalimat yang pendek. Karena itu, cobalah untuk menghindari memulai kalimat dengan menggunakan kata keterangan atau anak kalimat. Usahakan untuk langsung menampilkan pokok kalimat yang terpenting. Terkecuali kalian menggunakan lead suspensi (Kepala tulisan yang tersuspensi).

Gunakan Istilah yang Mudah Dimengerti

Kebanyakan penulis gemar menggunakan istilah-istilah dalam tulisannya. Karena istilah-istilah asing tersebut akan terasa sangat keren jika dibaca dan penulisnya sendiri akan terkesan berwawasan luas. Padahal hal semacam itu sebenarnya dapat mengurangi minat pembaca. Sebaiknya kalian mengganti istilah-istilah yang sulit dimengerti tersebut dengan yang mudah dimengerti. Jika dibutuhkan, kalian juga bisa merubah susunan kalimat dan paragraf supaya diperoleh tulisan yang “mengalir” seperti air. Kalian tidak perlu mengobral istilah baru, atau keren, atau yang lain. Kalimat-kalimat yang kurang penting dapat mengurangi keefektifan kalimat dalam artikel yang kalian tulis.

Buatlah Alinea yang Tidak Terlalu Panjang

Alinea adalah bagian wacana yang mengungkapkan satu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok ke dalam atau jarak spasi yang lebih. Sederhananya, alinea itu adalah paragraf yang kalian buat. Buatlah alinea yang ringkas tetapi padat berisi. Para penulis professional menulis tidak lebih dari 4 baris (bukan kalimat) untuk sebuah lead. Alinea yang ringkas akan mengundang dengan sendirinya minat pembaca, ini akan menjadi lebih mudah bukan. Apalagi jika ditambah dengan pemilihan kata yang baik. Selain menraik juga akan lebih mudah dibaca dan komunikatif.

Penutup yang Mengesankan

Setelah semua tersusun dengan baik, maka segera persiapkan tulisan penutup yang mengesankan. Banyak penulis yang menyajikan penutup secara tiba-tiba sehingga nampak terburu-buru. Biasanya hal tersebut kurang meninggalkan kesan bagi pembaca. Penutup merupakan hasil proses penuturan yang mengalir. Karena itu, biarkanlah alur tulisan kalian mengalir dengan sederhana. Ada beberapa jenis penutup yang dapat kalian gunakan, yaitu:

  1. Ringkasan, penutup yang bersifat ikhtisar dan hanya mengikat setap ujung bagian cerita yang lepas. Setelah itu penutup ini akan kembali menunjuk pada lead.
  2. Klimaks, penutup ini biasanya dapat dijumpai pada cerita yang ditulis secara kronologis. Ini seperti sastra tradisional. Hanya saja dalam artikel ,penulis berhenti bila penyelesaian tulisan sudah jelas, dan tidak menambah bagian setelah klimaks seperti cerita tradisional.
  3. Penyengat, seperti namanya, jenis penutup ini sengaja dibuat untuk mengagetkan pembaca. Sehingga pembaca seakan-akan terlonjak kaget. Penulis sekedar menggunakan tubuh cerita untuk menyiapkan pembaca pada kesimpulan yang tidak terduga-duga.
  4. Tidak ada penyelesaian, dimana penulis dengan sengaja mengakhiri tulisan dengan menekankan pada sebuah pertanyaan pokok yang tidak terjawab. Selesai membaca, pembaca tetap tidak jelas bagaimana penyelesaian dari topik yang dibahas. Gunanya memancing pembaca untuk merenungkan lebih lanjut topik itu.

Seorang penulis harus berhati-hati dalam mengakhiri tulisannya. Jaka nantinya kalian jadi penulis, maka timbang-timbanglah apakah penutup yang kalian gunakan merupakan akhir yang logis untuk tulisan kalian. Jika kalian merasa akhir tulisan kalian lemah atau tidak wajar, kalian bisa melihat beberapa paragraf sebelumnya, untuk mendapat penutup yang sempurna dan masuk akal.

Akhirnya, sampai di sini undangan Om tentang beberapa tips dan cara menulis artike yang baik. Apa kalian ingin menjadi seorang penulis? Dunia kepenulisan merupakan belantara yang luas tak terhingga. Dan kesempatan penulis yang satu, sama besar dengan penulis yang lain. Yang menbedakannya hanya kemauan keras mereka untuk berusaha. Kemauan keras kalian, untuk berusaha. Yang terakhir dari Om, publikasikanlah tulisan kalian, agar kalian tahu bagaimana kualitasnya. Semoga ini bermanfaat. Selamat menikmati hari.

Artikel Berkaitan

1 thought on “Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

Loading Facebook Comments ...