Pengertian Pemerintahan Aristokrasi

Pemerintahan Aristokrasi – Selamat pagi Anak-anak Alam! Selamat menikmati hari. Apa kalian tahu, bahwa manusia pada kenyataannya harus hidup terpimpim. Karena jiwa adalah sebuah kebebasan, maka ketika seorang manusia tidak memiliki “pimpinan”, maka sebut saja dia “buta arah”.

Nah, undangan Om kali ini adalah tentang salah satu bentuk pemerintahan yang ada, yaitu pemerintahan Aristokrasi. Kita akan membahas ini, dan inilah dia pengertian pemerintahan aristokrasi.

Sejarah

Arstokrasi dalam sejarahnya merupakan buah pemikiran dari dua filsuf kenamaan Yunani, yaitu Aristoteles dan Plato. Aristokrasi adalah sebuah konsep ketatanegaraan yang diajukan oleh Aristoteles sebagai kontradiksi dari sistem demokrasi yang diterapkan di Yunani Saat itu. Jika Demokrasi berbicara tentang pemerintahan yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat. Maka Aristokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan kelompok kecil, yang mendapat keistimewaan. Kelompok yang dimaksud ini dihususkan pada sekelompok cendikiawan (orang yang berilmu).

Kontradiksi ini muncul karena timbul pandangan bahwa landasan demokrasi adalah kebebasan, dan salah satu prinsip kebebasan adalah setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memerintah. Yang menjadi masalah adalah, jika demokrasi yang sejati harus memberikan kebebasan kepada setiap individu, tentu saja akan terjadi benturan antara kebebasan individu yang satu dengan kebebasan individu yang lain. Kemudian yang menjadi pertanyaan, pendapat siapa yang kemudian akan dijadikan acuan bersama? Karena itu dikemukakan bentuk pemerintahan Monarki, dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan satu orang dan tujuannya di atas asas kepentingan umum. Namun timbul masalah baru, karena sulit menemukan orang “baik” yang mau memerintah untuk kepentingan umum, monarki rentan untuk berubah menjadi pemerintahan tirani, dimana kekuasan tertinggi berada di tangan satu orang dan untuk kepentinganya pribadi.

Karena itulah Aristokrasi dicetuskan, yaitu konsep kekuasaan tertinggi berada ditangan sekelompok orang dengan tujuan pemerintahan adalah untuk kepentingan, kebaikan, dan kesejahtraan umum. Sistem Aristokrasi menghendaki adanya beberapa orang yang memiliki sikap dan sifat bijaksana atau berilmu untuk memimpin. Dengan asumsi bahwa, jika sekumpulan orang yang berilmu diminta untuk memimpin, maka mereka sudah dianggap sebagai orang-orang terbaik yang dipilih, maka kebijakan mereka pantas untuk dijadikan acuan bersama. Namun untuk menemukan orang bijak dan merumuskan ciri-ciri orang bijak itu seperti apa juga sangat sulit untuk dilakukan, sehingga pemerintahan Aristokasipun memiliki kecendrungan berubah menjadi pemerintahan oligarki dimana pemerintahan dijalankan oleh sekelompok orang dan dengan tujuan memenuhi kepentingan kelompok itu sendiri. Dan akhirnya bentuk terakhir yang ditawarkan oleh Aristoteles adalah bentuk pemerintahan Politeia, mungkin ini akan Om bahas di undangan khusus lain kali.

Konsep

Thomas Hobbes, dalam bukunya yang berjudul Leviathan menggambarkan aristokrasi sebagai persemakmuran dimana hanya sebagian orang pilihan dari masing-masing kalangan yang dapat mewakili lapisannya. Seiring perkembangan zaman, aristokrasi cenderung berubah esensinya dari pemerintahan oleh orang-orang pilihan (berilmu) menjadi kosnep plutokrasi, dimana pemerintahan berada ditangan orang-orang pilihan, yang dipilih karena kekayaannya.

Hal yang perlu digaris bawahi adalah, bagaimana konsep pemerintahan aristokrasi ini muncul. dengan distorsi terhadap konsepsi-konsepsi pemerintahan sebelumnya, yang ternyata terus dianggap tidak baik atau teracam menjadi tidak baik. Harapan Om kali ini adalah, semoga kalian tahu bagaimana caranya memimpin diri kalian, dan umumnya orang lain. Tentu saja setidaknya dimulai dari mengerti salah satu jenis pemerintahan, yaitu Aristokrasi. Selamat menikmati hari.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

Loading Facebook Comments ...