Pengertian dan Jenis Brainstorming

Brainstorming – Selamat pagi Anak-anak Alam! Selamat menikmati hari. Apa kabar kalian hari ini? Dan satu pertanyaan lagi, apa kalian pernah merasa putus asa dalam mencari ide? Dan inilah dia, undangan Om kali ini adalah tentang salah satu teknik untuk menemukan ide atau inspirasi. Apa kalian pernah mendengar istilah brainstorming?

Ini bukan tentang ada badai otak yang datang, atau hal aneh lain semacam itu. Brainstorming adalah nama dari sebuah teknik yang memungkinkan penggunanya mendapatkan ide atau gagasan. Undangan Om kali ini mungkin akan kita mulai dari, pengertian Brainstorming dan tekniknya.

Pengertian Brainstorming

Mungkin sebagian masyarakat pekerja di Indonesia telah menerapkan teknik brainstorming ini. Dalam diskusi kelompok atau rapat managerial misalnya. Menurut kamus Merriam-Webster, brainstorming diartikan sebagai

“A group problem-solving technique that involves the spontaneous contribution of ideas from all members of the group”

Yang artinya adalah teknik penyelesaian-masalah secara kelompok dengan melibatkan sumbangan ide secara spontan dari semua anggota kelompok. Teknik ini pertama kali digunakan oleh Alex Osborn, seorang pakar dalam bidang periklanan. Pada tahun 1953 dia pernah menulis buku berjudul Applied Imagination terkait dengan masalah saat dia menjabat sebagai partner pendiri sebuah agensi periklanan bernama BBDO (Batten, Barton, Durstine, and Osborn). Saat itu bawahannya dirasa tidak kreatif, namun Osborn berpendapat karyawannya haya enggan berpendapat atau mengeluarkan gagasan mereka karena takut akan kritik dari rekan kerjanya yang lain.

Sejak itulah Brainstorming diciptakan. Dalam bukunya tersebut Osborn menuagkan tentang bagaimana menghilangkan ketakutan akan kritik yang mengacaukan kreatifitas karyawannya. Terdapat empat teknik dasar dalam penerapan brainstorming, yaitu:

  1. Tidak diperbolehkan menilai atau mengkritik ide yang dicetuskan oleh siapapun,
  2. Ide seliar apapun selalu mendapat tempat. Semakin liar dan aneh sebuah ide, semakin bagus,
  3. Jumlah ide yang muncul diutamakan. Semakin banyak semakin baik, dan
  4. Bagun ide baru dari semua ide yang sudah dikumpulkan.

Teknik dasar brainstorming (jika diperhatikan) memang terfokus pada semua pihak yang terlibat memiliki keharusan untuk bersikap solid, dan tidak boleh ada kritik dalam bentuk apapun untuk semua gagasan yang diungkapkan. Karena, tujuan brainstorming sendiri adalah membuka segala kemungkinan (seliar apapun) dan mengesampingkan hal-hal berbau rumusan masalah. Gagasan atau ide yang muncul hanya akan dievaluasi di akhir sesi brainstorming. Sehingga didapat satu ide absolut dari semua ide tersebut, untuk kemudian dicari penyelesaiaan dan bagaimana mengaplikasikannya.

Jenis Brainstorming

Ada dua jenis brainstorming yang dapat kalian coba, antara lain:

Individual Brainstorming

Brainstorming yang satu ini cenderung menghasilkan lebih banyak gagasan. Pada kenyataannya, orang memang mendapat lebih banyak mendapatkan ide-ide brainstorming ketika berpikir sendiri. Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh seorang Psikolog bernama Solomon Asch pada tahun 1951-1956 menunjukkan hasil bahwa seseorang akan bekerja lebih baik (dan menghasilkan penyelesaian masalah yang lebih akurat, jika diperlukan) jika bekerja sendirian, dibandingkan jika bekerja dalam sebuah tim. Intinya sama, jika melakukan individual brainstorming kalin tentunya tidak perlu khawatir tentang kritik dari orang lain, karena itu kalian akan lebih leluasa mengembangkan ide kalian. Dan tentu saja, jika setelah bersusah payah berfikir dan kalian tetap tidak mengungkapkan ide kalian kepada orang lain, apa gunanya memeras otak dan berfikir panjang? Sederhananya, Individual Brainstorming ini memang memukinkan kalian mendapatkan banyak ide, tapi akan susah mengembangkannya karena kalian memang harus berfikir sendiri.

Group Brainstorming

Selanjutnya ada Group Brainstorming. Jenis brainstorming yang satu ini menjadi lebih efektif karena menggunakan semua pengalaman dan kreativitas dari anggota kelompok yang ada. Ketika salah satu anggota yang mengungkapkan ide sudah mencapai batasannya, maka anggota yang lain dapat membantu mengembangkan ide tersebut. Ini semacam peta pemikiran raksasa yang terdiri dari banyak kepala. Tentu saja, kebalikan dari Individual Brainstorming, Group Brainstorming memungkinkan pengembagan ide yang lebih luas walaupun dengan sedikit ide. Karena itu, Group Brainstorming dapat dikatakan efektif untuk menggali ide-ide secara lebih mendalam.

Itulah pengertian dan jenis brainstorming yang ingin Om bagikan untuk kalian. Semoga ini berguna untuk kalian ketika ingin mengumpulkan ide-ide kreatif yang bersifat majemuk. Selamat menikmati hari.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

Loading Facebook Comments ...