Pengertian Apa itu Tes Kepribadian MBTI!

Apa Itu Tes Kepribadian MBTI? Sejarah dan Pengertiannya

Sahabat Pedia, ketika berbicara tentang kehidupan manusia, maka aktifitas Sosial adalah salah satu bumbu yang membuatnya menjadi hal yang begitu menarik untuk dibahas, mulai dari aktifitas sebagai seorang penuntut ilmu selama di sekolah yang penuh interaksi sosial berbentuk persahabatan pada teman sekelas, hingga kasih-sayang antara guru dan muridnya, lalu dirumah interaksi sosial juga terjadi antar setiap anggota keluarga yakni dengan saling menyayangi dan mengasihi, ada jua yang biasanya paling berkesan di benak setiap orang adalah hubungan sosial dengan nama “Asmara” ouft , tidak sampai disitu pada aktifitas sehari-hari seperti dalam pekerjaan atau apa saja, secara terus menerus selama kita bertemu dengan orang lain maka aktifitas sosial ini akan terus terjadi, dan akhirnya memberikan warna-warni cerita dalam setiap kehidupan manusia.

Menyadari betapa aktifitas sosial adalah hal yang sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia, maka tak heran berbagai upaya dilakukan manusia untuk meningkatkan kualitas hubungan sosialnya. Tes kepribadian untuk mengenal karakter seseorang adalah salah satu bentuk upaya itu, dan MBTI telah menjadi salah satu tes kepribadian yang populer ditengah masyarakat.

Test MBTI atau Myers Briggs Type Indicator, merupakan sebuah metode pengukuran berbentuk kuesioner yang digunakan untuk membaca kepribadian seseorang, khususnya untuk memahami bagaimana seseorang menilai sesuatu dan membuat keputusan, metode ini dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya Psychological Types (1921M). Instrument tes yang mulai dikembangkan pada masa Perang Dunia Ke-II ini pertama dipublikasikan pada 1962M, dengan tujuan awal untuk membuat teori kepribadian C.G Jung ini dapat diaplikasikan dalam penggunaan praktis dan lebih mudah dimengerti, sehingga dapat membantu para pekerja untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok dengan diri mereka.

Berbagai tes kepribadian memang telah dikenal dan dikembangkan selama beratus-ratus tahun lamanya, meski demikian sampai hari ini belum ada teori maupun alat tes yang benar-benar memiliki keaakuratan seratus persen dalam mengidentifikasikan tipe kepribadian manusia, hal ini tentu tidak lepas dari keterbatasan kemampuan manusia untuk mampu memahami cara kerja otak sebagai sebuah ciptaan Sang Kuasa yang ia ciptakan dengan begitu unik, sehingga menjadikan nyaris tidak ada manusia yang benar-benar sama di muka bumi ini (atau mungkin benar-benar tidak ada).

Tes Kepribadian MBTI yang masuk kedalam jenis tes kepribadian Objektif ini meskipun telah menjadi Tes Kepribadian yang boleh dikatakan terpopuler untuk jenisnya, dan telah dikenal sebagai salah satu Tes Kepribadian terakurat namun tetap saja tidak akan mampu terlepas dari ketidaksempurnaan ciptaan manusia. Namun demikian setidaknya jika kita menggunakan prinsip hukum 20/80 dari Vilfredo Pareto, yang berarti “kita dapat menggunakan alat ukur yang hanya mengukur 20% saja namun mampu mewakili sebagian besar (80%) aspek yang diukur”, maka kita dapat memahami tentang hasil test ini bahwa paling tidak dapat memberikan gambaran dari Tipe Kepribadian audiensnya (meskipun bukan cerminan sempurna).

Dimensi MBTI

Metode MBTI sendiri terbagi atas 4 dimensi utama yang bersifat dikotomi atau saling berlawan, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dengan mengetahuinya kita dapat memaksimalkan potensi kelebihan yang kita miliki, serta memninimalisir potensi kekurangan yang mungkin ada dalam diri kita. Meskipun bersifat dikotomi , kita akan tetap memiliki kedua bagian dari masing-masing dimensi yang terdapat dalam MBTI, dengan salah satunya akan lebih cenderung daripada yang lainnya.

Berikut ini adalah 4 Skala MBTI yang bersifat dikotomi:

  1. Extrovert (E) vs. Introvert (I): Orientasi Energi.
    Dimensi EI melihat bagaimana seseorang mendapatkan energi mereka, dan bagaimana mereka menyalurkan energi mereka. Apakah mereka mendapatkan energi lebih dominan dari Lingkungan luar, ataukah dari dalam diri mereka sendiri. Extrovert mengambil energi dari lingkungan luar diri mereka (orang lain), mereka menyukai dunia luar, interaksi sosial atau bergaul adalah cara terbaik bagi mereka untuk menemukan energi mereka, mereka akan merasakan hidup saat semakin banyak orang yang berada di sekeliling mereka. Mereka berorientasi pada action, mereka akan lebih memilih untuk bertindak terlebih dahulu, lalu setelahnya barulah merefleksi apa yang mereka lakukan. Pribadi extrovert dominan baik dalam hal berinetraksi dengan orang lain, serta hal-hal yang bersifat operasional.Sedangkan Introvert, yang hanya memiliki sedikit sekali populasi jika dibanding Extrovert yakni hanya sebesar sekitar 25% dari populasi dunia adalah mereka yang mengumpulkan energi dari dalam diri mereka, mereka akan lebih memilih untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan, barulah melakukan hal tersebut. Mereka cenderung lebih senang menyendiri, dan merenung, tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang, dan mereka cenderung menjadi pencetus ide yang baik. Umumnya mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus.

    Sederhananya introvert – extrovert dapat dibedakan dengan cara berikut:

    • Extrovert berorientasi pada tindakan, sementara Introvert berorientasi pada Ide.
    • Ekstrovert mencari “luasnya” pengetahuan dan pengaruh, sementara introvert mencari “kedalaman” pengetahuan dan pengaruh.
    • Extrovert lebih mementingkan seringnya interaksi, sementara introvert lebih mencari “kedalaman” dalam interaksi.
    • Extrovert mengisi kembali, dan mendapatan energi mereka dengan menghabiskan waktu bersana orang lain. Sedangkan introvert mengisi dan mendapatkan energi mereka dengan menyendiri. Dan mereka menggunakan energi mereka dengan cara sebaliknya.
  2. Sensing (S) vs. Intuition (N): Cara Mengelola Informasi.
    Dimensi Sensing-intuiting (SN) melihat bagaimana individu memahami dan menilai sebuah informasi baru yang mereka terima. Seorang sensing umumnya sangat realistis, memandang imajinasi sebagai hal yang dramatis, dan banyak menghabiskan waktu. Mereka menilai sesuatu berdasarkan fakta yang jelas, realistis, mereka melihat informasi dengan apa adanya. Mereka berpedoman pada pengalaman, dan biasanya hanya menggunakan metode-metode yang telah terbukti. Fokus pada masa kini, sehingga baik dalam perencanaan teknis dan detail yang bersifat aplikatif.Sementara seorang intuition akan memprses data dengan melihat pola, dan hubungan, biasanya memiliki pemikiran yang abstrak, konseptual, serta melihat berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Mereka imajinatif, dan memilih cara untuk dan berfokus pada masa depan, yakni pada apa yang mungkin bisa dicapai di masa depan. Seorang intuiting adalah sosok yang inovatif, penuh inspirasi, ide unik. Mereka baik dalam menyusun konsep, ide, dan visi jangka panjang.
  3. Thinking (T) vs. Feeling (F): Pengambilan Keputusan.
    Dimesi Thinking – Feeling (TF) adalah fungsi yang mengatur bagaimana seseorang dalam mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika, dan kekuatan analisa dalam mengambil keputusan. Mengambil keputusan dengan rasional berdasarkan informasi yang diperoleh fungsi penerima informasi (SN) mereka. Mereka cenderung konsisten, lugas, dan objektif, sehingga terkesan kaku, dan keras kepala.Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang mereka yakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.
  4. Judging (J) vs. Perceiving (P): Orientasi Pada Struktur.
    Dimensi keempat dari MBTI ini mendeskripsikan tingkat fleksibilitas seseorang, dan sering disebut sebagai orientasi seseorang pada Dunia Luar. Judgingadalah mereka yang memiliki gaya hidup yang terstruktur, dan mereka menentukan bagaimana mereka seharusnya hidup. Sedangkan Perceiving adalah mereka yang lebih fleksibel, dan lebih mudah untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang ada disekeliling mereka.Judging (J)
    Akan merasa nyaman ketika hidupnya dipenuhi dengan sebanyak mungkin hal yang terkontrol, dan terencana! Suka dengan hal yang terorganisir, Judging tidak terkait dengan Judging (menghakimi) dalam arti negatif, sehingga seorang dominan Judging bukan berarti adalah sosok yang gemar menghakimi orang lain.

    Beberapa pernyataan tentang seorang Judging (J) dominan:

    • Lebih memutuskan memutuskan daripada mengikuti sebuah keputusan.
    • Sosok yang berorientasi pada Tugas.
    • Sering menyusun daftar tugas yang harus dilakukan.
    • Lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu daripada bersenang-senang.
    • Merencanakan pekerjaan, agar tak terburu-buru ketika telah mendekati deadline.
    • Terkadang ia memilik terlalu banyak fokus tujuan.


    Perceiving (P)
    Seorang yang memiliki fungsi Perceiving dominan biasanya lebih memilih cara yang fleksibel, dan spontan dalam kehidupan mereka. Ia akan lebih suka untuk beradaptasi/menyesuaikan diri dengan dunia luar daripada mengatur/menentukan bagaimana seharusnya ia hidup.

    Pemilik Perceiving dominan bukan berarti selalu memiliki persepsi yang akurat dalam menilai seseorang atau kejadian, perceiving disini yang dimaksud adalah seseorang dengan Perceiving dominan akan “lebih memilih untuk menerima informasi”.

    Beberapa pernyataan tentang seorang Perceiving (P) dominan:

    • Bersifat terbuka dalam menanggapi apapun yang terjadi.
    • Biasanya bekerja denngan semangat yang meledak-ledak.
    • Deadline yang kian mendekat akan merangsang untuk bekerja lebih giat
    • Tidak suka dengan terlalu banyak rencana, dan selalu nampak bebas dan santai
    • Lebih menyukai pekerjaan sambil bersenang-senang.

 

Manfaat dari Tes Kepribadian MBTI

Setelah memahami MBTI, dan berbagai dimensi yang digunakan dalam pengukuran tipe kepribadiannya, tentu kita akan bertanya-tanya bagaimana manfaat MBTI bagi kehidupan, dan dibawah ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari Instrumen Tes MBTI ini:

  1. Pengembangan Diri
    Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength)diri kita sekaligus kelemahan
    (Weakness) yang ada pada diri sendiri. Kita bisa lebih fokus mengembangkan kelebihan kita
    sekaligus mencari cara memperbaiki sisi negatif kita.
  2. Memahami Karakter Orang Lain Dengan Lebih Baik.
    MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandangkita terhadap orang lain. Kita bisa
    lebih memahami dan menerima perbedaan. Tidak semua orang berfikir, bersikap dan
    berperilaku seperti cara kita berperilaku. Jadi terimalah perbedaan yang ada.
  3. Bimbingan Konseling
    MBTI sangat berguna di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI bisa digunakan
    sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampaidengan profesi yang cocok dengan
    kepribadian.

16 Tipe Kepribadian Dalam MBTI

MBTI membagi tipe-tipe kepribadian manusia kedalam 16 tipe kepribadian, dan dibawah ini adalah ke-16 tipe kepribadian tersebut, yang selanjutnya akan dibahas satu persatu pada posting-posting tersendiri nantinya.

  1. ENFJ (The Teacher / The Giver)
  2. ENFP (The Champion / The Inspirer)
  3. ENTJ (The Commander / The Executive)
  4. ENTP (The Visionary / The Innovator)
  5. ISFJ (The Protector / The Nurturer)
  6. ISFP (The Composer / The Artist)
  7. ISTJ (The Inspector / The Duty Fulfiller)
  8. ISTP (The Craftsman / The Mechanic)
  9. ESFJ (The Provider / The Caregiver)
  10. ESFP (The Performer / The Entertainer)
  11. ESTJ (The Supervisor / The Overseer)
  12. ESTP (The Dynamo / The Doer)
  13. INFJ (The Councelor / The Protector)
  14. INFP (The Healer / The Idealist)
  15. INTJ (The Mastermind / The Scientist)
  16. INTP (The Architect / The Thinker)

Mengetahui Jenis Kepribadian Dalam MBTI: Tes Kepribadian MBTI

Berdasarkan 16 Penggolongan jenis kepribadian MBTI diatas, untuk dapat mengetahui anda masuk kedalam tipe kepribadian yang mana, maka anda dapat melakukan test kepribadian pada yang telah disusun oleh Situs Keluarga Pedia dalam bentuk kuesioner online dengan 60 pertanyaan yang akan mengindikasikan pada dimensi mana anda cenderung (Sesuai 4 pasang dimensi MBTI), dan selanjutnya akan dihitung sedemikian rupa hingga menghasilkan kombinasi dari 4 dimensi tersebut yang akan menjadi tipe kepribadian anda,

Untuk Tes Kepribadian MBTI Online Gratis Berbahasa Indonesia ini silahkan klik disini.

Yang Perlu Diperhatikan Saat Mengimplementasikan MBTI

  1. Menjadi Alasan
    “Saya tidak mau berhubungan dengan banyak pelanggan dan mengurusi banyak klien sebab saya orang introvert.”
    Contoh di atas sebaiknya Anda hindari karena sama saja Anda membatasi diri anda sendiri. Kalau anda ingin meraih sesuatu yang besar atau kesuksesan apapun sebaiknya Anda berani keluar dari zona nyaman kepribadian Anda.
  2. Labelling
    “Dasar orang ekstrovert, sampai kapanpun kamu nggak tahu malu dan ngobrol ke sana ke mari dengan suara keras tentang aibmu sendiri”
    Jangan menghakimi orang (terutama kelemahannya) dan membuat batasan bahwa mereka tidak bisa berubah. Berubah memang sulit tetapi bukan hal yang mustahil.

Nah itu dia pembahasan yang bisa Situs Keluarga Pedia sajikan seputar Pengertian Apa Itu MBTI, semoga dapat dipetik manfaat darinya, dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyusunan artikel Pengertian Apa Itu MBTI diatas.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *